Santri NGASHOR

Urip Lahir lan Batine

Masalah Menggerak-gerakan Jari Telunjuk ketika Tahiyyat (Tasyahud) dalam Shalat


Para ulama’ berbeda pendapat dalam masalah menggerak-gerakkan jari telunjuk ketika tasyahud dalam shalat, sebagaimana berikut ini:

a. Membatalkan shalat, apabila pergerakan jari telunjuk diikuti dengan bergeraknya telapak tangan dan melebihi tiga gerakan.

وَأَمَّا إِنْ حَرَّكَ كَفَّهُ مَعَ أَصَابِعِهِ مُتَوَالِياً فَتَبْطُلُ بِالثَّلاَثِ فِي اْلأَصَحِّ (السراج الوهاج على متن المنهاج فصل في مبطلات الصلاة الجزء 1 صحـ 57)
Adapun jika jari-jari bergerak bersama telapak tangan maka membatalkan shalat dengan catatan dengan bergerak tiga kali atau lebih. (Al-Siraj al-Wahaj ‘ala Matan al-Minhaj, Fasal Fii Mubtilati Al-Shalat Juz 1 hal 57)

b. Tidak membatalkan shalat, apabila yang bergerak hanya jarinya saja, dan karena pergerakan jari telunjuk termasuk gerakan yang sedikit.

فَالْخُطْوَتَانِ أَوْ الضَّرْبَتَانِ قَلِيلٌ، وَالثَّلَاثُ كَثِيرٌ إنْ تَوَالَتْ، وَتَبْطُلُ بِالْوَثْبَةِ الْفَاحِشَةِ لَا الْحَرَكَاتِ الْخَفِيفَةِ الْمُتَوَالِيَةِ كَتَحْرِيكِ أَصَابِعِهِ فِي سَبْحَةٍ، أَوْ حَكٍّ فِي الْأَصَحِّ، (منهاج الطالبين وعمدة المفتين باب شروط الصلاة الجزء 1 صحـ 38)

Dua langkah atau dua pukulan itu termasuk gerakan yang sedikit, tiga kali dan terus menerus termasuk gerakan yang banyak, dan shalat batal disebabkan meloncat dengan keras dan tidak batal disebabkan oleh gerakan yang ringan dan terus menerus, seperti gerakan jari telunjuk atau menggaruk (menurut pendapat yang lebih jelas). (Minhaj al-Thalibin Wa’Umdah al-Muftiin, juz 1 hal 37)

Rasulullah Saw. juga pernah menggerak-gerakkan jari telunjuknya ketika shalat, sebagaimana keterangan yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari shahabat, Wa-il bin Hajar:

أَنَّ وَائِلَ بْنَ حُجْرٍ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قُلْتُ : َلأَنْظُرَنَّ إِلَى صَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَيْفَ يُصَلِّي فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَقَامَ فَكَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا بِأُذُنَيْهِ ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ مِثْلَهَا قَالَ وَوَضَعَ يَدَيْهِ عَلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ لَمَّا رَفَعَ رَأْسَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ مِثْلَهَا ثُمَّ سَجَدَ فَجَعَلَ كَفَّيْهِ بِحِذَاءِ أُذُنَيْهِ ثُمَّ قَعَدَ وَافْتَرَشَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَوَضَعَ كَفَّهُ الْيُسْرَى عَلَى فَخِذِهِ وَرُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَجَعَلَ حَدَّ مِرْفَقِهِ الْأَيْمَنِ عَلَى فَخِذِهِ الْيُمْنَى ثُمَّ قَبَضَ اثْنَتَيْنِ مِنْ أَصَابِعِهِ وَحَلَّقَ حَلْقَةً ثُمَّ رَفَعَ إِصْبَعَهُ فَرَأَيْتُهُ يُحَرِّكُهَا يَدْعُوبِهَا. (سنن النسائى بأحكام الألباني، باب قبض الثنتين من اصابع اليد، الجزء 3 صحـ 37. و فى سنن الدارمي ، باب صفة صلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم)
Sesungguhnya Waa’il bin Hajar dia berkata (dalam hati): Saya benar-benar akan melihat bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melakukan shalat, (dia berkata) maka aku telah melihat beliau berdiri tegak lantas beliau bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) sedangkan kedua tangannya beliau angkat hingga sejajar dengan kedua telinganya, kemudian beliau meletakkan tangan kanannya diatas telapak tangan kirinya, pergelangan tangan dan lengan bawah/hastanya, kemudian tatkala beliau ingin ruku’, beliau mengangkat kedua tangannya seperti sebelumnya. (Dia berkata lagi): dan beliau meletakkan kedua tangannya diatas kedua lututnya, kemudian ketika mengangkat kepalanya, beliau juga mengangkat kedua tangannya seperti itu, kemudian beliau sujud dan menjadikan (posisi) kedua telapak tangannya sejajar dengan kedua telinganya, kemudian duduk dan membentangkan kaki kirinya (duduk iftirasy) dan meletakkan telapak tangan kirinya diatas paha dan lutut kirinya dan menjadikan batas siku kanannya diatas paha kanannya kemudian beliau menggenggam dua jarinya (yaitu jari tengah dan jempol sebagaimana riwayat yang lain) dan melingkarkannya (membentuk semacam lingkaran) kemudian mengangkat jarinya (jari telunjuk), maka aku melihat beliau (ucapan Wail) menggerak-gerakkannya sambil berdoa dengannya”. (Sunan an-Nasa’i Biahkami al-Bany, juz 3 hal.37. dan dalam kitab Sunan al-Darami, bab Sifat Shalat Rasulullah Saw, juga terdapat dalam kitab Al-Iftitah).

About these ads

08/01/2011 - Posted by | Galak Gampil

Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.